Arya Difa Website Logo
Beranda / Marketing /

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword untuk Strategi SEO

5 min read

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO
Sumber: Lizzi Sassman (Unsplash)

Kalau kamu ingin membuat strategi SEO yang tepat sasaran, memahami cara menentukan search intent dari sebuah keyword adalah langkah pertama yang wajib dipahami. Setiap pencarian di Google punya tujuan masing-masing. Namun sebelum itu, sebaiknya kita pahami dulu apa itu search intent dan jenis-jenisnya.

Memahami Search Intent dan Perannya di SEO

Search intent adalah maksud pencarian seseorang saat mengetik kata atau frasa di kolom pencarian Google. Setiap orang pasti punya maksud pencarian yang berbeda: ada yang cuma ingin tahu, ada yang sedang membandingkan produk, dan ada juga yang memang sudah siap membeli. Memahami maksud pencarian ini penting karena menentukan seberapa relevan kontenmu dengan yang dicari pengguna.

Ada dua alasan utama kenapa memahami search intent sangat penting:

  • Meningkatkan relevansi hasil pencarian
    Kalau sudah tahu search intent-nya, kamu bisa menyesuaikan konten agar tepat sasaran. Hal ini membantu halamanmu muncul di posisi yang sesuai di SERP, sehingga pengunjung dapat menemukan jawaban yang mereka cari dengan cepat.
  • Membantu optimasi konten dan halaman
    Marketer dan pemilik website bisa menyusun konten sesuai pola pencarian pengguna. Struktur, format, dan fokus konten yang selaras dengan intent meningkatkan peluang ranking tinggi, sekaligus mendatangkan trafik yang lebih berkualitas.

Memahami search intent krusial dalam menciptakan strategi SEO yang benar-benar berguna, relevan, dan sesuai harapan audiens.

Baca juga: Apa Saja Target dari Menggunakan SEO di Era Digital? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kategori dan Jenis Search Intent yang Perlu Diketahui

Memahami cara menentukan search intent membantu kita menangkap apa yang sebenarnya dicari pengguna saat mengetik sesuatu di kolom pencarian Google. Google sendiri, melalui Search Quality Evaluator Guidelines (SQEG), membagi search intent ke dalam empat kategori utama:

  • Know → pengguna ingin tahu lebih banyak tentang sesuatu, mereka mencari informasi, bukan melakukan aksi langsung.
  • Do → pengguna ingin melakukan sesuatu, misalnya membeli, mengunduh, atau menonton konten tertentu.
  • Website → pengguna sedang mencari situs atau halaman web tertentu.
  • Visit-in-Person → pengguna ingin menemukan tempat, toko, atau bisnis secara langsung, seperti restoran, kafe, atau kantor layanan.

Di SEO, kategori ini biasanya disederhanakan menjadi empat jenis utama yang sering muncul di SERP.

Jenis-Jenis Search Intent di SEO

1. Informational Intent

Jenis pencarian ini muncul saat pengguna ingin menambah pengetahuan atau memahami sesuatu lebih dalam. Biasanya keyword-nya mengandung kata tanya seperti apa, bagaimana, atau mengapa.

Contoh query:

“cara investasi saham pemula 2025”, “tips menabung efektif untuk mahasiswa”, “panduan membuat NFT untuk pemula”,“apa itu AI generatif dan cara kerjanya”, “cara menurunkan tagihan listrik rumah tangga”, “strategi menulis blog SEO friendly 2025”, “cara memulai podcast dari nol”

2. Navigational Intent

Pengguna di tahap ini sudah tahu ke mana mereka ingin pergi. Keyword biasanya berupa nama brand, platform, atau website tertentu.

Contoh query:

“Tokopedia seller center login”, “Gojek driver app download”, “Bukalapak official website”, “Shopee support center”, “Netflix login Indonesia”, “Traveloka promo login”

3. Commercial Intent

Pengguna sedang menimbang pilihan sebelum membeli. Mereka membaca review, membandingkan produk, atau mencari rekomendasi.

Contoh query:

“perbandingan hosting murah vs premium”, “kamera mirrorless untuk pemula”, “smartphone dengan baterai tahan lama 2025”, “review smartwatch terbaik untuk olahraga”, “headphone noise cancelling terbaik 2025”, “drone mini terbaik untuk pemula”

4. Transactional Intent

Di tahap ini, pengguna siap melakukan aksi seperti membeli produk atau menggunakan layanan. Keyword biasanya mengandung kata beli, harga, diskon, atau promo.

Contoh query:

“beli Samsung Galaxy Z Fold 6 online”, “promo tiket pesawat Jakarta Bali Agustus 2025”, “harga iPhone terbaru”, “diskon furniture IKEA bulan ini”, “order paket internet unlimited 2025”, “voucher Netflix bulanan 2025”, “beli kursi gaming murah online”

Membaca Pola Search Intent Lewat Google SERP

Menentukan search intent sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Cara paling mudah adalah membuka Google Chrome lewat mode Incognito, lalu masukkan keyword yang ingin kamu riset. Kenapa incognito? Agar hasil pencariannya lebih netral dan tidak terpengaruh oleh histori browser kamu

Dari hasil pencarian di halaman pertama, kamu bisa membaca pola hasil yang muncul. Pola ini menjadi kunci untuk memahami maksud pencarian pengguna, apakah mereka butuh informasi, sedang riset produk, ingin menuju brand tertentu, atau bahkan sudah siap membeli.

Informational Intent

Mari mulai dengan contoh keyword “cara investasi saham pemula”. Saat dicek di hasil pencarian Google, hampir semua hasil yang muncul berupa artikel panduan, video edukasi, dan blog yang menjelaskan langkah-langkah dasar berinvestasi.

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO

Dari pola ini terlihat jelas bahwa keyword tersebut termasuk ke dalam informational intent, karena pengguna sedang mencari informasi cara melakukan sesuatu. Bisa dilihat dari hasil yang muncul, kebanyakan berupa artikel dan video edukatif.

Sekarang coba perhatikan pencarian untuk keyword “shopee seller center login”.

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO

Hasil pencarian di halaman pertama langsung dipenuhi link resmi menuju platform Shopee. Pola ini menandakan navigational intent, karena pengguna sudah tahu persis apa yang mereka cari dan hanya butuh akses cepat ke halaman tujuan.

Commercial Intent

Berikutnya untuk commercial intent, kita ambil contoh pada keyword “vga untuk desain grafis murah”.

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO

Saat ditelusuri di Google, hasil yang muncul didominasi konten review, perbandingan spesifikasi, dan rekomendasi dari berbagai media. Dari sini terlihat jelas bahwa pengguna masih berada di tahap riset sebelum membeli. Mereka ingin tahu kelebihan dan kekurangan beberapa pilihan produk sebelum membuat keputusan.

Transactional Intent

Untuk intent ini, mari ambil contoh keyword “beli followers tiktok”.

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO

Begitu dicek, halaman pertama SERP dipenuhi berbagai macam toko online dan marketplace. Pola seperti ini menegaskan bahwa intent-nya transactional, artinya pengguna sudah siap membeli produk dan hanya mencari platform terbaik untuk melakukan pembelian.

Baca juga: Mengoptimalkan Website dengan Perpaduan SEO dan User Experience (UX)

Menggunakan Tools SEO untuk Melihat Search Intent

Tidak perlu menebak-nebak search intent lagi. Berkat berbagai tools SEO, kamu bisa memahami niat pengguna dengan cepat dan akurat.

SEMrush salah satunya. Tool ini bisa membantu kamu melihat volume pencarian, tingkat kesulitannya (keyword difficulty), serta jenis intent dari sebuah keyword, sehingga konten yang kamu buat bisa lebih relevan.

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO

SEMrush menawarkan alat pencarian keyword yang dapat menampilkan top-ranking keyword beserta jenis search intent: informational, navigational, commercial, atau transactional. Hasil pencarian juga dapat difilter berdasarkan intent yang kamu pilih.

Cara Menentukan Search Intent dari Keyword SEO

Selain itu, melalui Organic Research kamu juga bisa melihat intent jenis apa yang paling populer dari sebuah website, dan bagaimana kontribusinya terhadap trafik website tersebut.

Penutup

Menentukan search intent ialah memahami motivasi pengguna, kebutuhan informasi, dan hasil apa yang mereka inginkan. Dengan memahami search intent, kalian bisa membuat konten yang lebih relevan, meningkatkan engagement, dan memaksimalkan hasil SEO.

Arya Difa Hendrawan

Arya Difa Hendrawan

Menulis seputar dunia teknologi, marketing, dan lainnya.